Menuju ketinggian rohani

Published on January th, 2012

Al-Quranul Karim dengan pandangannya yang menyeluruh tentang alam kehidupan dan manusia telah memberi gambaran yang jelas kepada kita tentang kaedah praktikal dalam mempersiapkan rohani manusia, membentuk keimanan dan mentarbiyah (mendidik) jiwanya.

 Allah Subha Nahu Wa Ta’ala berfirman di dalam surah al-Anfal;

“Hai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertaqwa kepada Allah, nescaya Dia akan memberikan kepadamu ‘furqan’* dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (al-Anfal:29)

Dan dalam surah al-Hadid;

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, nescaya Allah memberikan dua bahagian daripada rahmat-Nya kepadamu, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (al-Hadid:28)

Di dalam surah ath-Talaq;

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (ath-Talaq:2-3)

Marilah kita renungkan ayat-ayat di atas. Apakah yang dapat kita simpulkan? Kita berkesimpulan bahawa taqwa kepada Allah Subha Nahu Wa Ta’ala adalah modal kekayaan inspirasi, sumber cahaya dan karunia yang melimpah… Dengan taqwa kepada Allah Subha Nahu Wa Ta’ala, seorang Mukmin akan dapat membezakan yang mana hak dan yang mana batil. Allah Taala memberikan karunia kepada orang yang bertaqwa berupa cahaya yang akan menerangi kehidupannya.

 Orang yang bertaqwa akan selalu mendapatkan jalan keluar yang mententeramkan batinnya walau bagaimana besar dan rumitnya masalah yang sedang dihadapi.

 Ketika menafsirkan firman Allah Subha Nahu Wa Ta’ala ini, Sayyid Qutb Rahimahumullah berkata;

“Inilah bekal tersebut dan persiapan perjalanan… bekal ketaqwaan yang sentiasa menggugah hati dan membuatnya selalu peka, waspada, hati-hati serta selalu di dalam konsentrasi penuh… bekal cahaya yang menerangi liku-liku perjalanan sepanjang mata memandang. Orang bertaqwa tidak akan tertipu oleh bayangan yang menghalangi pandangannya yang jelas dan benar… itulah bekal penghapus segala kesalahan, bekal yang menjanjikan kedamaian dan ketenteraman, bekal yang membawa harapan atas karunia Allah Subha Nahu Wa Ta’ala; di saat bekal-bekal lain sudah sirna dan semua amal tidak lagi berguna…

 Itulah hakikat kebenaran, taqwa kepada Allah Subha Nahu Wa Ta’ala menumbuhkan furqan di dalam hati. Furqan yang bisa menyingkap jalan kehidupan. Namun hakikat ini – sebagaimana hakikat-hakikat aqidah lainnya – hanya dapat difahami oleh mereka yang benar-benar sudah merasakannya. Bagaimanapun indahnya kata-kata yang digunakan untuk melukiskan hakikat ini, tidak akan dapat memberikan gambaran yang sebenarnya kepada yang belum merasakannya.”

 Semua permasalahan tetap rumit difikirkan, perjalanan semakin sulit dilalui, kebatilan berbaur dengan al-haq di persimpangan jalan, dalil-dalil dan hujah terus diserukan, namun masih tidak dapat mendatangkan kepuasan. Akal dan hati nurani tidak menyahut seruan, perdebatan tetap sia-sia, diskusi-diskusi hanya menghabiskan waktu dan tenaga… itu semua terjadi kerana tidak adanya taqwa.

 Sebaliknya dengan taqwa, fikiran menjadi terang, al-haq tampak jelas, jalan akan jadi lurus dan terbentang lebar, hati rasa tenteram, batin begitu damai dan kaki terpancang teguh dalam menyusuri perjalanan hidup.

Sesungguhnya fitrah manusia tidak mengengkari al-haq. Namun hawa nafsu menjadi penghalang di antara keduanya. Hawa nafsulah yang menebar kesuraman, menghalang penglihatan, dan mengaburkan arah tujuan… hawa nafsu tidak dapat disingkirkan dengan dalil-dalil. Ia hanya dapat ditewaskan oleh taqwa. Ia hanya dapat dinyahkan dengan rasa takut kepada Allah Subha Nahu Wa Ta’ala dan terus-menerus muraqabah terhadap-Nya, baik dalam keadaan sunyi atau terang-terangan… di sinilah letak furqan yang akan menerangi wawasan, menghilangkan keraguan, dan menyingkap jalan kehidupan.

 

 

Reply

Comment guidelines, edit this message in your Wordpress admin panel