
Universiti Malaya , 26 Nov 2011 : Persatuan Mahasiswa Islam Universiti Malaya hari ini mengucapkan salam maal hijrah 1433 H kepada umat Islam khususnya mahasiswa-mahasiswi Islam.Tahun baru Islam hari ini telah bermula dengan 1433 H meninggalkan tahun hijrah yang lalu 1432 H seawal maghrib tadi.
Pemergian tahun yag lalu memberikan peringatan dan pengajaran yang besar kepada kita untuk sentiasa bermuhasabah setiap perilaku dan ibadah kita seharian.Kita hari ini sebagai umat Islam wajib kepada kita untuk mempertingkatkan lagi amal ibadah dengan melakukan penghijarahan atau perubahan diri kepada yang lebih baik.
Permulaan hijrah kepada diri kita ini seharusnya dilaksanakan berperingkat dan harian kerana proses memperbaharui diri kita bukan bersifat kepada situasi dan masa.Ianya memainkan peranan penting dalam melihat penghijrahan diri kita iaitu kuncinya adalah iman.Hal ini kerana iman kita kepada Allah taala sentiasa bertambah dan berkurang.
Iman Perubah Kehidupan Dinamik
Bermula di sinilah , kita sebagai hamba Allah perlu meninjau dan bertanyakan akan perhitungan amal kebajikan kita selama ini.Perubahan jiwa merupakan suatu pembaharuan dan perubahan dalam falsafah dan pandangan hidup, cita-cita dan semangat, kehendak dan kebiasaan. Setiap gerakan dan kebangkitan, politik dan ekonomi hendaknya sejalan dengan perubahan jiwa dan semangat.
Demikianlah sunnatullah, hukum Allah Subha Nahu Wa Ta’ala dalam kehidupan ini seperti yang ditegaskan di dalam Al-Quran dengan kalimat yang singkat tetapi tepat, iaitu;
“Sesungguhnya, Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah (keadaan mereka) sendiri.”
[Ar-raad:11]
Perubahan diri dan semangat bukanlah suatu hal yang mudah dan ringan untuk dilakukan, tetapi sebaliknya merupakan suatu hal yang berat dan sulit. Sebab manusia merupakan makhluk yang dalam dirinya bertemu dan bercampur berbagai macam sifat dan keadaan. Usaha membendung aliran sungai yang besar dan mengubah arah alirannya merupakan pekerjaan yang jauh lebih ringan daripada pekerjaan mengubah jiwa, pandangan hidup dan pola berfikir manusia.
Jalan Lurus Menuju Kebahagian
Para ulama mendefinisikan kebagiaan dengan ketenangan hati, lapangnya dada, dan merasa cukup dengan pemberian Allah. Itulah kebahagiaan, dan segalanya hanya bisa teraih dengan keimanan yang benar, sebagaimana sabda Nabi shallalllahu alaihi wa sallam
“Sungguh mengherankan perkaranya orang mukmin, karena setiap perkaranya akan baik baginya, apabila dia mendapatkan kenikmatan maka dia bersyukur dan itu baik bagi dia, dan apabila ia mendapatkan musibah maka ia bersabar maka itupun baik bagi dia” (HR Bukhari)
Inilah peran sebuah keimanan atau aqidah yang benar, yang mengantarkan seseorang kepada kebahagiaan yang sebenarnya.
Dunia memang tidak pernah sepi dari kesedihan dan kesenangan, kemudahan dan kesukaran. Menghadapi hal tersebut seorang insan muslim yang beraqidah lurus akan selalu tegar menghadapi goncangan badai kehidupan. aneka ragam musibah, seperti kekurangan harta, kekurangan jiwa (kematian anak atau keluarga), kekurangan bahan pangan, pakaian atau ancaman, insya Allah akan mampu diatasi dengan ketegaran. Di dalam hatinya dipenuhi rasa harap kepada Allah, ketergantungan kepada Allah, tawakal, sabar , dan ridha terhadap ketentuan Allah. Tak goyah imannya dengan ujian-ujian tersebut bahkan semakin kokoh, mendorongnya untuk lebih mendekat kepada Allah dan mengikhlaskan doa hanya kepadaNya semata. Ia mengaplikasikan sabda rasulullah shallalllahu alaihi wa sallam
“Apabila engkau meminta mintalah kepada Allah dan apabila engkau memohon pertolongan maka mohonlah kepada Allah.” (H.R. Tirmidzi)
Maka disaat itulah bertambah ketenangan dan kebahagiaan di dalam hatinya, yang kebahagiaan itu tak dirasakan oleh mereka yang tak kenal akan Tuhannya. Ia pun yakin akan firman Allah :
“Apabila Allah menimpakan bahaya kepadamu maka tidak ada yang mampu mengangkatnya kecuali Dia.” (QS Al An ‘am)
Hal tersebut di atas berbeda dengan mereka yang lemah aqidah dan imannya. Ujian yang datang sering membuat goncang, putus asa, mengumpat takdir atau terkadang lari kepada hal-hal yang lemah seperti meminta bantuan paranormal atau jin.
Insan yang berqidah lurus akan menjadi pribadi yang penuh dengan keindahan. Hal ini karena jelasnya tujuan hidup yang ia miliki, hendak kemana, untuk apa dan mengapa dia hidup di dunia. Maka jelaslah arah perjalanan dia, sangat pasti ia melangkah dan tak ragu-ragu untuk menapak kehidupan.
Semoga kita semuanya mengambil peluang pada tahun baru ini untuk terus menggandakan ibadah dalam mengerjakan amal kebajikan dan mencegah kemungkaran selebar-lebarnya supaya kita menjadi seorang muslim yang bertaqwa.







